IBS

Senin, 13 Desember 2010

Indahnya Kejujuran

Bagi sebagian orang, menemukan uang dalam jumlah banyak milik orang merupakan rezeki nomplok. Namun, tidak demikian dengan seorang tuna wisma di Amerika Serikat (AS) berikut ini.
Menemukan uang yang nilainya setara dengan puluhan juta rupiah, gelandangan bernama Dave Tally itu tidak gelap mata. Dia justru mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Kendati tanpa pamrih, niat baik Tally itu mendapat balasan lebih dua kali lipat dari nilai uang yang dia temukan.
Kantor berita Associated Press pada 10 Desember 2010 menuturkan, tunawisma asal Kota Tempe di negara bagian Arizona itu suatu ketika menemukan tas berisikan uang sebesar US$3.300 atau sekitar Rp. 29,7 juta. Tally baru saja sembuh dari kecanduannya terhadap obat-obatan terlarang dan alkohol.
Dia menemukan kantong tas berisi uang tersebut sepulangnya dari membetulkan sepeda. Tanpa pikir panjang, Tally langsung memberikan tas beserta isinya ke sebuah komunitas pelayan tunawisma di Tempe. Lelaki berusia 49 tahun itu tidak mengambil sepeserpun dari uang tersebut, padahal uang di kantongnya telah habis untuk membetulkan sepeda.
Setelah ditelusuri, ternyata gepokan uang di dalam tas tersebut milik Bryan Belanger, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Arizona yang kehilangan tas ketika hendak membeli mobil bekas. Bersama dengan Stephen Spark, staf komunitas pelayan tunawisma, Tally mengembalikan uang tersebut kepada Belanger. Kisah Tally ini diberitakan oleh radio KTAR yang langsung menjadi pembicaraan seluruh kota.
Atas kejujurannya ini, Tally dipuji sebagai pahlawan para tunawisma karena telah merubah citra mereka yang buruk. Dewan kota Tempe yang tersentuh dengan kejujurannya, membuat rekening untuk sumbangan seluruh kota. Banyak warga yang kagum juga memberikan cek kepadanya yang jumlahnya bahkan melebihi uang yang dia temukan, yaitu senilai US$8.000 (Rp.72 juta). Tidak sedikit dari warga juga menawarkan pekerjaan kepadanya agar Tally dapat mandiri.
Seorang dokter gigi bahkan memberikan perawatan gigi dan memberikan gigi palsu secara gratis kepada Tally. Seorang pengacara menawarkan jasa pro-bono kepadanya untuk menangani kasus-kasus lama yang menimpanya. Walikota Tempe, Hugh Hallman, menjadikan hari ditemukannya uang tersebut sebagai hari Dave Tally.
“Saya tidak menyangka semua berakhir seperti ini. Saya hanya berpikir untuk mengembalikan tas tersebut dan semuanya selesai,” ujar Tally.
Dulunya, Tally adalah seorang pengawas di sebuah perusahaan kontraktor. Dia kehilangan pekerjaannya ketika pada tahun 1999 dia didakwa karena mengendara dalam keadaan mabuk. Karena itu juga dia kehilangan izin mengemudinya. Tally mengaku dia memang pernah kecanduan alkohol dan obat-obatan.
Tally mengatakan akan  menggunakan uang yang dia peroleh dari sumbangan untuk merencanakan hidupnya. Dia mengatakan ingin membuka sebuah pusat pelatihan komputer. Dia juga mengatakan akan memilih pekerjaan yang ditawarkan kepadanya.
sumber:Vivanews.com

Sabtu, 11 Desember 2010

Dari Gosip sampai "Bukan Rahasia"

 
KOMPAS.com - Masih berpikir Amerika Serikat adalah negara bebas yang menjunjung tinggi kemerdekaan pers, kebebasan mendapatkan informasi, dan bisa memisahkan urusan negara dengan ranah pribadi? Jika masih, berpikirlah ulang....
Badan-badan pemerintah federal AS telah mengeluarkan peringatan, setiap pegawai negeri di negara itu yang membaca bocoran dokumen kawat diplomatik rahasia di WikiLeaks bisa dipecat dari pekerjaannya.
Salah satu badan pemerintah itu adalah Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih. Kantor tersebut mengirim memo berisi larangan kepada setiap pegawainya yang tak punya otorisasi dan seluruh rekanan untuk membaca dokumen rahasia di situs WikiLeaks maupun situs apa pun, baik di komputer milik pemerintah maupun komputer pribadi mereka.
Belakangan beredar surat elektronik yang berisi peringatan, pelajar dan mahasiswa yang ketahuan membaca dokumen rahasia di WikiLeaks, sekadar memasang link menuju dokumen itu atau mengomentari isinya di situs jejaring sosial bisa terancam tak akan diterima bekerja sebagai pegawai negeri di AS.
Pemerintah AS berpendapat, dokumen-dokumen tersebut masih berstatus rahasia meski sudah beredar luas di internet maupun dimuat di media massa. ”Jadi, membaca, menyebarkan, atau sekadar mengomentari dokumen-dokumen itu bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap Executive Order 13526 tentang Informasi Keamanan Nasional Rahasia,” tutur Maura Kelly, asisten dekan bidang pengembangan karier di Boston University.
Padahal, isi dokumen yang dikategorikan rahasia, yang bocor di WikiLeaks, itu banyak yang sekadar berisi gosip macam di arisan ibu-ibu, seperti mengomentari kepribadian dan kebiasaan orang sampai jenis hidangan yang disajikan dalam pesta pernikahan.
Salah satu kabel, misalnya, mengomentari pemimpin Libya Moammar Khadafy yang selalu didampingi perawat ”bahenol” dari Ukraina. Presiden Turkmenistan disebut ”tidak terlalu cerdas” dan ”pembohong terlatih”, yang konon pernah mengharuskan setiap orang yang masuk ke ruangannya memakai celana yang tersetrika licin.
Dalam kawat lain yang dikutip majalah The Economist, seorang diplomat menggambarkan pesta pernikahan yang dihadiri Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov di kawasan Kaukasus Utara, Rusia. Hidangan dalam pesta itu digambarkan sebagai ”potongan-potongan sapi dan kambing” yang direbus jadi satu di sebuah kuali besar.
Laporan kuliner lain datang saat Duta Besar AS untuk Eritrea Ronald McMullen diundang piknik makan siang oleh seorang pejabat senior negara di Afrika itu. ”Bapak Duta Besar dan ibu disuguhi jeroan kambing bakar yang diberi madu dan saus pedas (tetapi disajikan tanpa sendok garpu) dan dilumuri minuman tradisional yang semi difermentasi dan rasanya asam, namanya ’sewa’,” demikian bunyi kawat diplomatik itu.
Banyak juga yang berisi informasi yang sudah diketahui publik atau bahkan dicomot dari koran atau majalah umum. Salah satu dokumen berlabel rahasia (baru boleh dipublikasikan tahun 2019) hanya berisi informasi bahwa Kanada adalah teman setia AS dan bahwa politisi Partai Konservatif di Inggris tidak rukun dengan politisi dari Partai Liberal Demokrat. Sesuatu yang sudah lazim diketahui semua orang.
Ada pula satu kawat dari Kedubes AS di Ankara, Turki, yang seluruh paragrafnya diberi tanda ”bukan rahasia”, tetapi dokumennya sendiri secara utuh dilabeli ”rahasia”. Aneh bukan?(CNN/AP/DHF)
Sumber : kompas.com

Minggu, 05 Desember 2010

PM Palestina: Kebakaran Israel Hukuman Tuhan


VIVAnews - Tim pemadam kebakaran Palestina di Tepi Barat, di bawah instruksi Presiden Mahmoud Abbas, sejak akhir pekan lalu membantu Israel mengatasi kebakaran hutan dahsyat di negara itu. Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyeh, menilai bahwa kebakaran di Israel bagian utara itu merupakan kemarahan Tuhan. 

Menurut stasiun televisi al-Jazeera, 21 anggota tim pemadam dari Palestina termasuk dari kelompok internasional yang membantu pihak berwenang Israel memadam amukan api, yang melanda hutan Carmel di kawasan Galilea sejak Kamis 2 Desember 2010.

"Saya harap, ini akan menjadi awal yang baik bagi kerjasama, bantuan kemanusiaan, dan perdamaian," kata Ibrahim Ayish, ketua tim pemadam dari Palestina.
Bantuan ini menandakan bahwa pemerintah Palestina di Tepi Barat mengesampingkan dahulu konflik mereka dengan Israel. Kendati Palestina berkali-kali di bawah serangan dan tekanan Israel terkait konflik perbatasan dan kedaulatan, Abbas Sabtu menelpon Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Selain menyatakan belasungkawa atas kebakaran yang telah menewaskan lebih dari 40 orang, Abbas juga menawarkan bantuan tim pemadam ke Israel.

Sebaliknya, Netanyahu berterimakasih kepada Abbas sembari berencana membentuk suatu unit pemadam khusus, yang bisa digunakan Palestina bila terjadi kebakaran di wilayah mereka.

Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyeh, mengatakan bahwa kebakaran di Israel itu merupakan ungkapan kemarahan Tuhan. "Itu adalah wabah dari Tuhan," kata Haniyeh, seperti dikutip harian The Jerusalem Post, Minggu 5 Desember 2010.

"Allah menghukum mereka [Israel] dari tempat yang tidak mereka duga," lanjut Haniyeh, pemimpin Palestina dari kelompok Hamas, yang memerintah di Jalur Gaza.

Selain Palestina, sejumlah negara yang selama ini berkonflik dengan Israel pun turut membantu. Mereka diantaranya Turki dan Yordania.

Pihak berwenang Israel mengungkapkan bahwa lokasi kebakaran sejak Minggu, 5 Desember 2010, telah terkendali. Namun, masih ada sejumlah titik belum sepenuh padam dan harus mendapat tindakan dari tim pemadam.

Dua remaja dinyatakan sebagai tersangka pembakaran hutan. Mereka dianggap lalai memadamkan api unggun saat berkemah di wilayah itu.
• VIVAnews

Kamis, 02 Desember 2010

Riedl Kaget Indonesia Menang Telak atas Malaysia

  Riedl Kaget Indonesia Menang Telak atas Malaysia
Timnas Indonesia
Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl mengaku terkejut dengan skor akhir yang diraih timnya saat menundukkan Malaysia 5-1 di pertandingan Grup A Piala AFF, Rabu (1/12). Pelatih asal Austria tersebut menyatakan kemenangan ini di luar prediksinya.

"Perkiraan saya kita menang tiga gol namun ternyata lebih. Ini bagus karena artinya anak-anak memaksimalkan peluang yang ada," kata Riedl. Namun ia buru-buru mengingatkan bahwa ini baru langkah awal. Sebab Indonesia masih akan menghadapi Laos dan Thailand di dua laga berikutnya.

"Kami akan langsung bersiap menghadapi laga berikutnya lawan Laos setelah laga. Anak-anak akan beristirahat dan kita akan menyiapkan segalanya," kata dia. Riedl menolak memberikan pujian secara personal. Bagi dia kemenangan yang diraih adalah hasil kerja keras tim, bukan aksi impresif satu dua pemain.

Sedangkan pelatih Malaysia, K Rajagopal menyebut dirinya membuat kekeliruan dalam pergantian pemain. "Ada pemain yang harusnya sudah diganti tapi saya tidak melakukannya. Indonesia memang tim yang bagus," pujinya.

Sumber: republika.co.id